Sunday, March 4, 2018

Kopi Luwak Lembah Mesurai

Kopi Luwak Lembah Mesurai
Raihan Lubis

Dik,
kopi luwakmu ini masih basah, kenapa sudah dijual?
kopi  luwaknya juga sedikit sekali, simpan saja dulu
kalau sudah kering dan banyak, antarkan ke rumah
jangan sedikit-sedikit kau antar
tidakkah lelah kakimu berjalan jauh?

Lalu hening yang panjang

Katanya:
Kakak, kopi terpaksa kujual karena minggu depan sudah ujian
perlu uang buat bayar tunggakan sumbangan ke sekolah
uang sumbangan sekolah sudah lama tak kami bayar
Tak banyak guru PNS di sana
guru honor dibayar dengan uang sumbang
kalau mau ikut ujian, harus lunaslah uang sumbangnya

Lalu hening yang panjang lagi

Baiklah aku terima kopi luwakmu, Dik
tapi kali lain, jangan kau jual kalau masih basah begini

Tak ada jeda, lalu

Ah kakak, habis ujian pasti aku akan jual kopi luwak yang masih basah lagi
uangnya buat bayar yang lain

(terinpsirasi dari cerita Ninuk Setya Utami - petani kopi Lembah Mesurai, Jambi)

Bogor, 17 Desember 2017

No comments:

Post a Comment